Solahuddin Wahid : “Tidak Mungkin Pesantren Mengajarkan Terorisme”

Bagaimana tanggapan Bapak mengenai pesantren yang dicurigai, sebagai basis teroris?
“Beberapa pesantren” Jangan bilang pesantren! Sangat sedikit yang diawasi, sejumlah kecil pesantern kalau bilang semua pesantren yang diawasi, pesantren yang mana itu saya tidak tahu.

Dalam majalah tempo bulan Oktober, Sidney Jones menyebutkan ada 18 pesantren termasuk l uiversitas terkait dengan terorisme bagaimana menurut bapak?
Saya tidak tahu, tidak disebut namanya. Bagaimana saya bisa bilang. Kalau Tebuireng tidak mungkin. Denanyar juga tidak mungkin. Tanpa melihat namanya saya tidak bisa komentar. Maaf. Kalau ada sih, mungkin ada. Tapi saya tidak tahu. Jumlahnya juga saya tidak tahu.

Ada tiga pondok pesantren yang diawasi bagaimana menurut bapak ?
Saya juga tidak tahu. Tapi apa betul pesantren-pesantren itu mengajarkan, mendidik orang jadi brutal, atau cenderung melakukan tindak kekerasan. Apa iya begitu?

Tapi kenapa pesantren selalu dijadikan sasaran ?
Ya… kan kasus kemarin alumni dari Ngruki, kemudian dari Tengulun. Itu yang dijadikan dasar atau alasan kenapa pesantren dicurigai.

Beberapa pesantern dicurigai, diintimidasi, bahkan ada yang diculik. Kalau dilihat dari sisi HAM, bagaimana?
Kalau UU mengizinkan, asal semua prosedurnya ditempuh tidak masalah. Hak Azasi Manusia itu bukan tanpa batas. Kalau ada orang bermaksud membunuh, masak kita biarkan. Hak Asasi Manusia itu bukan tanpa batas. Masalah undang undang-nya saya tidak tahu.

Apakah ada lembaga yang bisa menjadi tempat pengaduan untuk membantu pondok-pondok pesantren?
Ya…ada, seperti ormas Islam. Mereka harus membantu. Bisa NU, Muhamadiyah. Bisa juga MPR, partai politik. Mereka harus membantu. Kemudian dicarikan titik temu agar kebutuhan untuk mengawasi jangan sampai terlalu jauh. Jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa seperti lalu dan itu yang tidak kita mau. Relitasnya seperti itu. Kalau mereka melanggar, ya… kita tolak.

Pesan bapak untuk pondok pesantren yang dicurigai?
Memperbaiki diri kalau memang betul ada bukti atau kecendrungan ke sana. Islam tidak mengajarkan ke situ (kekerasan, red.).

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s