Teh Mahkota Dewa Khas Pesantren

Pada rubrik ekonomi pesantren kali ini, DK mengangkat salah satu pesantren yang berada di daerah perbukitan Senden Kulon Progo Yogyakarta Pesantren Raudlatul Anwar. Pesantren ini terletak di sebelah timur Kota Wates tepatnya di Jl. K. Zakariyya, Senden, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Telp. (0274) 7821346. Tidak sulit untuk menemukan pesantren ini meski letaknya di perbukitan dan di tengah pedesaan yang masih jarang pemukiman penduduknya. Karena pemandangan yang sangat indah di sepanjang perjalanan untuk sampai di lokasi ini tidak akan terasa lelah, walaupun jaraknya cukup jauh dari pusat kota.

Pesantren yang berdiri pada tahun 2000 ini menyimpan berbagai potensi yang menarik dan unik untuk digali. Berawal dari hibah tanah Sri Sultan Hamengku Buwono I, berdirilah pesantren ini di atas tanah seluas 3.500 m. Sampai saat ini jumlah santri yang ikut mondok sebanyak 150 orang dan berasal dari berbagai daerah. Dengan bangunan yang sederhana pesantren ini berdiri di samping hamparan sawah yang mencerminkan keasrian lingkungan sekitarnya.

Visi dan misi pesantren yang lekat dengan ciri salafiyah ini adalah “Pengembangan dakwah dalam rangka lii’laikalimatillah dan mempertahankan Islam Ahlisunnah Wal Jama’ah serta pembinaan calon-calon pemimpin bangsa yang bertanggung jawab dan mampu mengembangkan dakwah Islam serta mempunyai kepekaan terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat”. Seperti dijelaskan oleh pengasuh pesantren KH. M. Qostholani Chadzieq AS bahwa tujuan yang ingin dicapai dengan pendirian pesantren yakni “mencetak kader Islam berwawasan ASWAJA (Ahlisunnah Wal Jama’ah) tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam Jawa ala Walisongo yang selanjutnya akan menjadi Islam Rohmatan lil’alamin”.

Seiring berkembangnya kebutuhan baik dari anggota pesantren maupun masyarakat di bidang pendidikan, saat ini pesantren telah memiliki Madrasah Diniyyah yang setara dengan tingkat SMP/MTs, dan telah memiliki sekitar 130 siswa. Selain itu pesantren juga menyelenggarakan kejar paket baik A, B atau C serta berbagai kursus ketrampilan untuk membekali santri mutakhorrijin dalam rangka menghadapi era globalisasi yang semakin ketat.

Untuk mendukung program-programnya pesantren Raudlatul Anwar melakukan berbagai kegiatan ekonomi dengan harapan kemandirian khususnya stabilitas ekonomi pesantren dapat terwujud. Sembari menikmati sejuknya udara, DK menyempatkan berkeliling di pekarangan pesantren yang dijadikan lahan perikanan budi daya ikan lele, peternakan itik yang mencapai 750 ekor serta peternakan ayam yang telah beberapa kali panen.

Modal dari usaha-usaha tersebut merupakan swadaya pesantren ditambah iuran dari para santri. Di samping itu PP. Raudlatul Anwar juga menjalin kerja sama dengan PT Salama Nusantara Kulon Progo yang memproduksi biofarmaka (herbal) obat Teh Mahkota Dewa. Kerja sama yang telah 4 tahun terjalin ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi di pesantren. Selain itu santri dan jama’ah pesantren tidak hanya disibukkan kegiatan keagamaan tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. KH. M. Qostholani Chadzieq AS, mengungkapkan “pesantren saat ini memang memerlukan keseimbangan antara ilmu agama dan kegiatan-kegiatan ekonomi produktif, untuk itulah PP. Raudlatul Anwar berupaya mengarahkan santri agar tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan bisnis dan ekonomi”.

Meskipun kerja sama selama ini masih sebatas bidang pemasaran dan hasil yang didapatkan belum seperti yang diharapkan, namun ghirah untuk mengembangkan usaha ini sangat besar. Teh Mahkota Dewa dengan berbagai khasiat mengobati dan mencegah berbagai macam penyakit, sampai saat ini telah merambah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan juga kota-kota di luar Jawa.

Menurut penuturan KH. M. Qostholani AS. “di bawah payung U.D. Tada Rizquna yang dimilikinya PP. Raudlatul Anwar mengembangkan sayap dan ke depan kerjasama tersebut akan dilanjutkan mulai dari awal proses penanaman pohon sampai pada proses produksi Teh Mahkota Dewa”.

Harapan yang disampaikan kepada DK, “Pemberdayaan khususnya bidang ekonomi pesantren hendaknya lebih diprioritaskan karena hal ini berkaitan dengan hidup matinya pesantren terutama pesantren yang masih kecil serta yang terpenting promosikan juga produk kita ke seluruh pesantren yang ada di seluruh Indonesia”, tambah Kiyai muda ini dengan senyum khasnya. (Boed–)

1 Komentar

  1. assalamu’alaikum, Wr. Wb.
    tolong informasi selanjutnya tentang teh mahkota dewa, insya Allah kami bisa menjadi kepanjangan tangan dalam menyalurkan produk tersebut, ane alumni Pondok Pesantren Al-Inaayah Rawakalong Gn.Sindur Bogor binaan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, setelah lulus ane langsung ke kota Merauke untuk mengabdi pada Pondok Pesantren Annajah YAMRA Merauke sampai 5 tahun. dan sekarang saya diberi amanah utk mengelola usaha milik Yayasan Masjid Raya (YAMRA) Merauke, waktu itu ada teman yang menitip teh mahkota dewa pada usaha kami, tp diteruskan pdhl bnyk orang mencari, utk itu ane berinisiatif mencari dan atau mendatangkan sendiri demi membantu orang-orang yang membutuhkan. ini nomor telp./fax kantor Yayasan 0971325970 dan ini nomor Handphone ane 081344055037


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s