Pesantren Alternatif Edi Mancoro;

 

Akulturasi budaya meniscayakan adanya siklus perubahan dan dinamisasi antara berbagai negara. Begitupun Indonesia tidak bisa lepas dari dinamisasi itu. Maka yang harus dilakukan negara adalah bagaimana mempersiapkan masyarakatnya untuk bisa berkompetisi di dalamnya. Karena itu, perlu adanya peran-peran dari berbagai lapisan masyarakat.

Nah, khususnya-tak ketinggalan pesantren pun punya peran penting dalam mengawal perubahan itu. Dengan demikian dibutuhkan sebuah pesantren yang mampu menjembatani dalam pengelolaan pesantren.

Dan pada kesempatan kali ini DK akan mencoba menampilkan sosok pesantren yang punya andil besar dalam pendampingan masyarakat. Tentunya dengan mengajak pembaca berkunjung ke kawasan Jawa Tengah, tepatnya di Bandungan Rt. 02/I Gedangan, Kecamatan Tungtang, Samarang, Jawa Tengah. Kawasannya memang cukup jauh dari pusat kota, tapi kalau kita berkunjung ke pesantren yang satu ini, pengunjung akan dengan mudah menemukannya. Selain kiprahnya yang sudah tidak diragukan lagi, juga secara namanya memang cukup unik “Wisma Santri Edi Mancoro”.

Gagasan pendirian pesantren Edi Mancoro berawal dari “Yayasan Desaku Maju” yang digerakan oleh para aktivis tahun 80-an. Yaitu, KH. Mahfudz Ridwan, Lc, KH. Muhammad HM Soleh, BA, Matori Abdul Jalil, Zaenal Arifin, BA, dan Ali Tahsisudin, BA. Dan pada tanggal 29 Desember 1989, baru pesantren Edi Mancoro dideklarasikan, dipimpin oleh KH. Mahfudz Ridwan, Lc sampai sekarang.

Ada pertanyaan yang cukup menarik, Kenapa pesantrennya dinamain dengan “Edi Mancoro”?

Menurut penuturan KH. Mahfudz Ridwan (pimpinan pondok), “kalau nama Edi Mancoro itu sebenarnya nama yang diusulkan untuk anak saya, jika suatau saat nanti saya punya anak laki-laki. Tapi, karena sampai sekarang saya tidak punya anak laki-laki, jadi ya..inilah pesantren “Edi Mancoro”, yang artinya Edi adalah bagus, elok dan Mancoro itu kira-kira ‘bersinarlah’, ungkap beliau.

Pesantren ii didirikan dengan perjuangan ekstra dan kerja keras sang kiyai, bahkan sampai menjual sawah, tegal dan lain-lain. Juga didirikan oleh orang yang tidak punya nasab (keturuanan) kekiyaian atau kiyai cangkokan.

Adapun misi dan visi pesantren Edi Mancoro ini adalah dengan membentuk santri yang punyai wawasan keagamaan mendalam, berwawasan kebangsaan dan kemasyarakatan dalam konteks ke-Indonesiaan yang plural. Serta membentuk santri yang peduli dan berkemampuan melakukan pendampingan masyarakat secara luas. Dengan sifat non-profit, independen, serta mandiri dalam menentukan kebijakan dan garis perjuangan sampai saat ini pesantren Edi Mancoro masih tetap kukuh-berdiri mengayomi masyarakat.

Dan untuk melihat sejauh mana kiprah pesantren Edi Mancoro baik tingkat lokal maupun nasional, kita dapat melihat dari sejumlah program yang telah disusun dan menjadi misi bersama antara kiyai dan para santrinya.

Secara umum untuk meningkatkan pemahaman terhadap keislaman, pesantren Edi Mancoro berusaha melakukan program secara intensif dan berkesinambungan, seperti diskusi-diskusi ilmiah, dialog lintas agama, seminar, diklat, kursus-kursus dan lain sebagainya. Sedangkan untuk kontek jaringan, pesantren Edi Mancoro telah banyak melakukan kerja sama baik antara pesantren, Perguruan Tinggi, maupun dengan institusi pemerintah atau  istitusi kemasyarakatan lainnya, seperti depnaker, BI dan lain-lain.

Hal ini, seperti yang diungkapkan oleh pimpinan pondok KH. Mahfudz Ridwan, Lc, sebagai upaya untuk memfasilitasi pendampingan masyarakat, Edi Mancoro secara intensif melalui program-programnya terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat sekitarnya. Sehingga pesantren telah menjadi bagian yang terintegrasi dalam masyarakat.

Misalnya, dalam bidang ekonomi, Pesantren Edi Mancoro juga, selain telah berhasil melakukan sejumlah training ekonomi kerakyatan, kini telah memiliki koperasi pesantren (kopontren) dan BMT. Dan itu semua demi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Adapun gerak perjuangannya, pesantren Edi Mancoro tetap mengedepankan pada gerakan Islam yang plural. Karena ini diakui sangat efektif, apalagi di era modern seperti sekarang ini, umat Islam khususnya pesantren harus berani tampil, membuka diri dan menerima kemajuan zaman.

3 Komentar

  1. saya mendukung dengan gerakan pesantren seperti ini sam saya juga pengurus pesantren di banten yang konsen dalam mengembangkan ekonominya melakukan pendampingan dengan masyrakat dalam meningkatkan ekonomi pedesaan sayang pemerintah sepertinya tidak merespon niat baik kita

  2. very good and highly appreciated untuk pesantren ini karena ditengah2 kondisi masyarakat yg sdh semakin kehilangan nilai2 keislaman pesantren ini cukup mampu untuk mengatasi berbagai masalah dekadensi noral. kebetulan saya berasal dr daerah ini shg saya tahu bhw pesantren ini sangat kental dg nuansa nahdliyin yg terkenal dg kepintaran dlm hal keilmuan melalui kitab kuning…

  3. Assalamu’alaikum…
    Saya alumni edi mancoro niech, mau tanya web atau facebook addressNya forum alumni edi mancoro. Saya ingin tahu lebih jauh tentang perkembangan edi mancoro sejauh ini.
    Please send to my email address or my facebook.
    Thank’s before.
    Wassalamu’alaikum..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s