PESANTREN PEACEFULL COMMUNITY

Oleh: Setiawan Djody

Ketika terjadi aksi terorisme, pondok pesantren merupakan salah satu institusi yang menjadi sorotan publik. Dampaknya adalah semua institusi pondok pesantren di Indonesia terkena imbas. Dan kita tahu bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki institusi pendidikan pesantren dengan beragam aliran dan keunikannya. Bagi masyarakat Indonesia, institusi pendidikan pesantren dan madrasah bukanlah sesuatu yang baru. Pondok pesantren dan madrasah telah menjadi bagian integral dalam sosio-kultural masyarakat di negara ini. Pergerakan sosial-politik di Indonesia umpamanya, tentu saja tidak dapat dilepaskan dari kehadiran dan peran pondok pesantren. Pesantren Musthofawiah Purba di Sumatera Utara, Thawalib di Sumatera Barat, pesantren Syaikhuna Khalil Bangkalan Madura, pesantren Tebuireng di Jombang, Nahdhatul Watan di Lombok, pesantren Cipasung di Tasikmalaya, pesantren modern Darussalam Gontor di Ponorogo dan banyak lagi. Dengan segala keterbatasan pada waktu itu, pesantren mampu melahirkan pemikir dan pejuang dengan integritas yang tidak diragukan lagi. Pesantren-pesantren pada waktu itu benar-benar menjadi agen perubahan sosial. Kota-kota tersebut di atas tercatat menjadi “sentra reneisances” yang amat mengagumkan, orang berdatangan tidak hanya dari kota-kota tersebut, akan tetapi dari berbagai penjuru tanah air, bahkan dari beberapa negara tetangga. Mereka datang ke kota-kota santri ini untuk menggali dan mendalami ajaran agama. Karena begitu besarnya peran pesantren, maka banyak para ilmuan asing yang datang ke Indonesia melakukan penelitian. Indonesianis terkenal seperti Karel Stenbrink misalnya melakukan penelitian yang amat mendalam tentang dunia pesantren. Stenbrink mengunjungi pesantren-pesantren di Jawa dan beberapa pesantren di Sumatera seperti di Padang Panjang. Banyak sekali peneliti asing yang melakukan riset dan kajian tentang peran pesantren baik dalam kaitannya dengan pendidikan nasional Indonesia maupun keterkaitannya dengan dinamika sejarah dan sosial politik di Indonesia.  

Idealisme dan citra pesantren

Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, pondok pesantren di Indonesia terkena imbas yang tidak begitu menggembirakan. Pesantren dianggap memiliki keterkaitan dengan radikalisme keagamaaan. Dalam konteks itulah, sekarang ini pesantren mesti bangkit kembali. Satu hal yang harus dipegang pesantren dalam  menjalankan misi ini adalah memperkuat spirit juang dan idealisme yang menjadi “engine” pesantren zaman dulu. Spirit juang dan idealisme ini merupakan permata yang sangat berharga dalam pendidikan. Ini tentu saja menjadi modal yang utama dalam membangun “jiwa” manusia anak negeri hari ini. Apalagi dalam kondisi di mana pesantren menjadi sorotan media yang mencitrakan pesantren sebagai tempat kaderisasi kelompok radikal. Dengan pencitraan tersebut, opini publik tentang pesantren menjadi semakin negatif. Dampaknya kemudian adalah kaderisasi ulama dan cendikiawan muslim akan semakin berkurang. Dan masyarakat nantinya jelas akan kehilangan tokoh yang dapat menyampaikan nilai-nilai agama secara konsisten dan istiqamah. Dalam konteks inilah diperlukan semangat juang dan idealisme dalam institusi pendidikan pesantren.Di samping itu, satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya sinergisitas pesantren dengan berbagai institusi lain, baik sesama pesantren, lembaga pemerintahan, institusi militer dan masyarakat secara keseluruhan. Sinergisitas atau yang dalam bahasa pesantrennya mereka sebut dengan amal jama’i, menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin berat. Dengan memperkuat spirit juang, idealisme dan amal jama’i, maka pesantren tidak hanya akan mampu menepis sorotan publik, akan tetapi juga akan mampu mengembalikan citra sebagai tempat untuk mengkader calon ulama dan cendikiawan serta pemimpin Indonesia masa depan, insya Allah!

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s