PP. Ar Risalah : Mandiri dengan Budidaya Ikan Gurame

Suasana cerah, tepat pukul 10.30 WIB reporter DK menginjakkan kaki ke sebuah pelataran luas. Di tempat yang kira-kira hanya 200 meter dari jalan raya Banjar itu, tampak suasana asri, dengan dikelilingi hamparan sawah. Di depannya berjejer pohon pinang dan lapangan olah raga yang sebagian besar ditumbuhi rumput-rumput kecil. Di samping kiri pesantren sedang dibangun asrama putri, yang berdekatan dengan rumah pak Kiyai. Di belakangnya tampak bangunan asrama putra, dan bangunan untuk budidaya ayam ras dan pabrik tahu. Dan yang tak kalah penting, sebuah kolam berpetak belakang mesjid. Konon katanya, kolam inilah yang dijadikan untuk budidaya ikan Gurame.

Walaupun hari itu, hari Ahad (22/01) dan libur sekolah, tapi suasana sekitar pesantren tetap ramai oleh anak-anak. Ada yang berlari berkejaran, main bola volly, ada juga yang hanya ngobrol-bercanda menambah dan mengihiasi ramainya tempat itu yang lumayan agak jauh dari pemukiman masyarakat.

Itulah kira-kira gambaran awal seputar pesantren yang akan kami angkat dalam rubrik profile ekonomi pesantren kali ini. Salah satu pesantren yang pernah jadi peserta Daurah Kebudayaan 1 di ponpes Darussalam Ciamis, Jawa Barat yang diadakan pada tahun 2004 yang lalu. Pesantren itu bernama Pesantren Ar-Risalah. Letak pondok pesantren Ar-Risalah memang cukup strategis, sekitar 3,5 kilometer dari terminal bis Ciamis. Dan tidak jauh dengan pondok pesantren Cijantung 1 yang merupakan induk ponpes Ar-Risalah.

Walaupun kami tidak bertemu langsung dengan pak kiyai-nya, karena beliau sedang ke luar kota, tapi kami cukup asyik dan banyak mendapatkan informasi seputar pesantren Ar-Risalah. Dengan ditemani oleh pak lurah santri Ade Yusuf, kami pun diajak jalan-jalan mengitari seputar pondok pesantren. Dan terakhir kami sempat ngobrol dengan Ade Mu’jiz ketua bidang agribisnis ponpes Ar-Risalah.

Menurut data yang kami dapatkan, bahwa pesantren Ar-Risalah didirikansejak 1997 oleh KH. Asep Saefulmillah dan sekaligus sebagai pimpinannya sampai sekarang. Beliau merupakan mantu dari KH. Mochammad Sirodj (pimpinan pondok pesantren Cijantung).

Lahirnya pondok pesantren Ar-Risalah, merupakan pengembangan dari Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung 1 yang telah lama berdiri, sejak tahun 1935. Di bawah pimpinan Kiyai Asep Saefulmillah inilah pondok pesantren Ar-Risalah terus berkembang.

Dan sampai hari ini alhamdulillah pesantren Ar-Risalah terus berbenah, mulai dari pembangunan mesjid jami, asrama santri (putra/putri) gedung sekolah SMP dan SMA, koperasi, dan terutama kami berusaha mengembangkan lahan untuk pengembangan agribisnis. Seperti budidaya ikan gurame, budidaya ayam ras dan lain-lain.

Kami bertekad bahwa pesantren harus mandiri. Kami mencoba untuk tidak bergantung pada orang lain (donatur) ataupun pemerintah saja. Tapi pesantren harus mandiri dan jangan sampai tangan kita terus di bawah, lain kali tangan kita harus berada di atas, memberi selain untuk kehidupan pesantren kita, juga untuk kesejahteraan orang lain.

Maka, dengan semangat inilah pesantren Ar-Risalah dari sejak berdiri sampai sekarang terus mengembangkan agribisnisnya. Mulai dari budidaya ayam ras tahun 1999, budidaya ikan gurame tahun 2000, pabrik tahu tahun 2004, penggemukan sapi potong dan sekarang berlanjut ke pengolahan batu kapur.  

Khusus untuk budidaya ikan gurame, “sampai sekarang perkembangannya al-hamdulillah cukup stabil, mulai dari pembesaran sampai ke pemasarannya pun tidak lagi mengalami kesulitan”. Hasilnya bulan kemarin kita mendapatkan laba bersih sekitar 9 jutaan”, ungkap Ade Mu’jiz (ketua bidang agribisnis).  

Kalau dulu kita sempat mengalami kendala dalam pemasaran. Soalnya dari mulai pengijahan, pendederan sampai pembesaran kita yang melakukannya sendiri. Trus di samping itu banyak juga pesantren-pesantren yang membuka usaha yang sama. Jadi ketika panen tiba, di pasar terjadi penumpukan barang. Tapi, kalau sekarang sistemnya dibagi-bagi dengan pesantren lain yang tergabung dalam kelompok SAMAKATA, yang terdiri dari 10 pesantren dari 5 kecamatan di Ciamis. Yang satu pembenihan kemudian dijual ke ponpes bagian pendederan dan ponpes Ar-Risalah sendiri kebagian pembesaran”. Ungkap Ade Mu’jiz yang merupakan salah satu penggagas budidaya agribisnis di ponpes Ar-Risalah.

Selain budidaya ikan gurame yang telah dikenal dixbeberapa kota, ponpes Ar-Risalah pun mempunyai pabrik tahu. “Ya..walaupun tidak besar, tapi ini cukup membantu untuk kebutuhan para santri”, ungkap Ade Yusuf (Rois santri).

Memang tahu buatan ponpes Ar-Risalah tidak sebesar tahu buatan-buatan pabrik lain. “Di samping hanya untuk kebutuhan ponpes Ar-Risalah sendiri, juga kami hanya menjualnya ke ponpes seputar Cijantung 1, 2 dan 3”, tambah Ade Yusuf.

Bagaimana dengan manfaat dari program Daurah Kebudayaannya?” Tanya reporter DK. “Al-hamdulillah, walaupun kami mengutus dua orang, tapi itu cukup berpengaruh terhadap peningkatan kegiatan dan budaya pesantren. Selain kami banyak mendapatkan referensi dari materi-materi Daurah, juga kami banyak belajar hal lain. Seperti penerapan muhadhoroh, seni tarik suara, sholawat, drama juga ada. Bahkan al-hamdulillah Ramadhan kemarin kami menjadi juara satu lomba bedug sampurna hijau. Di samping itu, dana hibbah dari Daurah kami manfaatkan untuk kebutuhan ponpes, salah satunya adalah kami belikan mesin laundry, sebagai sarana membersihkan pakaian guru maupun santri”. Tegas Ade Yusuf panjang lebar.

About these ads

4 Komentar

  1. saya sebagai pembaca daurah kebudayaan merasa salut dengan, teroosan yang dilakukan Ar-Risalah dalam menghadapi perkembangan zaman yang lebih mengedepankan sistem ekonomi matrealis,,,,tapi dengan adanya pesantren Ar-Risalah sudah mampu menyeimbangkan antara dunia dan akhirat …good luck…semoga setiap perjuangan yang dilakukan ada dalam lindungan Allah semata…

    • Memang Pesantren Ar-Risalah patut di acungi jempol,selain bangunannya yang terhitung megah di Ciamis kualitasnya baik guru maupun siswa bagus.

  2. apakah ponpes ar-risalh akan membangun universitas dan saince senter

    • saya alumni pondok pesantren ar-risalah merasa sangat bangga sekali.bagaimana saya bisa banyak merasakan caranya brusaha.saya yang tidak tahu apa-apa,alhamdulillah sekarang jdi serba tahu,mulai dari yg kecil sampai yang luar biasa.tak terbayang,akhirnya saya sekarang berpisah dengan ar-risalah.inilah jembatan yang akan sya tempuh.thanks ar-risalh,semoga apa yang saya harapkan tercapai,amin.succes since centre nya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.